Rabu, 10 Desember 2025

Bebas Lepas

Bebas Lepas
Karya : Andi Akbar Muzfa

Hari-hari terasa sama saja,
Dinding rutin menjebak langkah.
Semua orang menuntut berjasa,
Seolah hidup ini harus megah.

Kini kutanggalkan semua belenggu,
Yang pernah membebani bahu.
Tak ada lagi keraguan yang mengganggu,
Aku putuskan untuk tak tahu.

Biarkan waktu yang menjadi hakim,
Aku tak peduli dengan penilaian.
Aku temukan ritme yang paling minim,
Mengajak jiwa menuju kebahagiaan.

Kakiku menapak di lantai dansa,
Mengikuti getaran yang datang tiba-tiba.
Menghapus semua duka dan rasa,
Menyambut tawa yang lama teraba.

Kepalaku mendongak ke langit biru,
Menyerap sinar mentari pagi.
Semua kesedihan kini berlalu,
Aku takkan menoleh sekali lagi.

Aku tertawa pada masa lalu,
Pada semua yang pernah menghina.
Sebab jiwaku kini terisi baru,
Mencintai hidup apa adanya.

Inilah definisi yang kubawa,
Bebas berarti tak terikat kata.
Bukan hanya menikmati hawa,
Tapi memilih bahagia di setiap jeda.

Aku menari di tengah kota ramai,
Melawan stigma yang tak berarti.
Ini adalah perjalanan yang damai,
Menemukan kembali jati diri.

Tak perlu uang dan kekayaan,
Untuk membeli suasana hati.
Cukup lepaskan semua beban,
Merasakan damai di malam sunyi.

Biarkan kritik datang menyapa,
Aku punya jawaban yang nyata.
Bahwa hidup ini adalah pesta,
Di mana kita bebas memilih makna.

Aku tahu jalanku masih panjang,
Tapi langkahku ringan tanpa beban.
Mengejar cita-cita yang terang,
Dengan semangat dan harapan.

Aku adalah aku, takkan berubah,
Menikmati hidup tanpa rekayasa.
Karena kebebasan itu di dada,
Dan bahagia adalah pilihan kita.

Makassar : 2023
Kategori : Musikalisasi Puisi - Puisi Modern

Kisah di Balik Puisi ...
Puisi ini mengisahkan tentang keputusan seseorang untuk memberontak dari rutinitas dan tekanan sosial yang menjeratnya. Latar belakang cerita ini adalah perasaan terperangkap dalam tuntutan hidup modern di mana setiap orang dituntut untuk terus "berjasa" dan hidup "megah." Sang tokoh utama memilih untuk mengakhiri siklus ini. Kisah ini berfokus pada momen pencerahan di mana ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada pencapaian eksternal, melainkan pada kemampuan untuk "menanggalkan semua belenggu" mental yang ia ciptakan sendiri.

Sumber inspirasi dari kisah ini adalah filosofi hidup yang optimis dan independen, mirip dengan budaya hip-hop yang mengedepankan otentisitas. Tokoh utama mencapai titik klimaks ketika ia memutuskan untuk berhenti peduli dengan penilaian orang lain. Ia mengubah pandangan bahwa hidup adalah beban menjadi sebuah "pesta" yang ia nikmati dengan "ritme yang paling minim." Momen turning point terjadi ketika ia secara fisik mengangkat kepala ke "langit biru," melambangkan penolakan terhadap kesedihan dan penyerapan energi positif untuk mengisi jiwanya kembali.

Inti narasi dari puisi ini adalah pencarian dan penemuan kembali jati diri. Tokoh utama menolak untuk mendefinisikan hidupnya berdasarkan uang atau status. Tindakan menari di "lantai dansa" atau "di tengah kota ramai" adalah metafora untuk menjalani hidup tanpa rasa malu dan takut dihakimi, sebuah cara untuk melawan stigma sosial. Ia memilih untuk mengisi kekosongan batin dengan kedamaian yang sederhana, membuktikan bahwa "kebebasan itu di dada," bukan di dompet atau di jabatan.

Pesan utama kisah ini adalah bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan sadar. Puisi ini ditutup dengan kesimpulan yang tegas: tokoh utama berjanji tidak akan mengubah dirinya lagi ("takkan berubah") demi menyenangkan orang lain. Ini adalah kisah tentang kematangan spiritual di mana seseorang akhirnya memahami bahwa hidup adalah miliknya sendiri, dan satu-satunya penilaian yang penting adalah penilaian dari hati nuraninya. Ini adalah deklarasi bahwa menjalani hidup tanpa rekayasa adalah bentuk kebebasan tertinggi.

Tulis Komentar FB Anda Disini...