Sabtu, 20 Desember 2025

Duka di Balik Tirai Cinta

Duka di Balik Tirai Cinta
Karya : Andi Akbar Muzfa

Aku pulang membawa sebungkus rindu yang masih hangat,
Berniat mengejutkanmu dengan pelukan di balik pintu.
Langkahku ringan, menjahit senyum yang begitu erat,
Menuju kamar kita, tempat di mana waktu seolah menyatu.

Namun udara menyambutku dengan nada yang tak biasa,
Ada tawa kecil yang asing, beradu dengan suara rendahmu.
Hatiku berdesir, sebuah firasat mulai meraba paksa,
Tentang sebuah rahasia yang tersembunyi di balik kelambu.

Kubuka pintu dengan getar yang paling halus di dunia,
Berharap penglihatanku salah, berharap ini hanya mimpi.
Namun di sana, kau berbagi kehangatan dengan raga yang berbeda,
Menenun dosa di atas ranjang yang dulu adalah tempat suci.

Kau berikan dia anggur dari cawan yang biasanya kuminum,
Membisikkan "sayang" dengan nada yang masih sangat kukenal.
Kejutan dariku layu, seperti bunga yang mati sebelum ranum,
Menyaksikan kau mengukir cinta pada jiwa yang dangkal.

Aku adalah cermin yang kau tatap sambil memeluknya,
Melihat pantulan diriku yang hancur namun tak bersuara.
Kau adalah belati yang dibungkus kain beludru berwarna,
Menikamku tepat di jantung saat aku sedang jatuh asmara.

Dawai hatiku putus, menghasilkan dentum yang memekakkan,
Meski aku hanya diam membeku di ambang pintu yang dingin.
Betapa mahirnya kau membuat pengkhianatan ini terlihat menawan,
Berbagi napas dengan dia, seolah aku hanyalah hembusan angin.

Kita hanya terpisah oleh jarak sebuah tatapan yang kosong,
Saat kau menoleh dan menemukan aku berdiri tanpa daya.
Tak ada kata maaf, hanya ada kebohongan yang kini ompong,
Menyadari bahwa seluruh hidupku adalah sandiwara yang sia-sia.

Aku menjatuhkan kado di tanganku hingga hancur di lantai,
Sama seperti harga diriku yang kini tercecer tak punya rupa.
Kau tetap diam dalam peluknya, seolah semuanya sudah selesai,
Meninggalkan aku dalam duka yang takkan pernah bisa kulupa.

Kuberikan seluruh percaya dalam mahkota yang paling indah,
Kau ambil berliannya, lalu kau buang sisanya ke dalam lumpur.
Aku menyaksikan seluruh duniaku berubah menjadi merah,
Melihat kalian berbagi selimut di atas hatiku yang lebur.

Biarkan puisi ini menjadi naskah bagi hidupku yang tamat,
Tentang seorang wanita yang dikhianati di rumahnya sendiri.
Aku akan memeluk lara ini hingga napasku terasa amat sangat,
Sebab mencintaimu adalah kesalahan yang paling aku sesali.

Tak ada teriakan histeris, hanya sunyi yang paling tajam,
Menyaksikan kau memilih dia daripada aku yang telah berjuang.
Aku adalah matahari yang kau paksa untuk segera terbenam,
Menjadi malam yang kelam saat kau sibuk dengan yang datang.

Lampu kamar kupadamkan, membiarkan kalian dalam kegelapan,
Sebab aku tak sudi lagi melihat wajah yang penuh dengan noda.
Selamat tinggal, wahai cinta yang penuh dengan penipuan,
Aku akan pergi bersama luka, meninggalkan kalian dalam dosa.

Makassar 2023
Kategori : Musikalisasi Puisi (modern)
Tema : Penghianatan Cinta - Puisi Perselingkuhan

Kisah di Balik Puisi ...
Puisi ini mengisahkan tentang seorang wanita yang mengalami guncangan batin luar biasa ketika rencana manisnya untuk memberikan kejutan kepada sang kekasih berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan hidupnya. Ia pulang ke rumah dengan hati yang penuh bunga, membayangkan pelukan hangat sebagai penyambut, namun justru disambut oleh kenyataan bahwa lelaki yang sangat dicintainya sedang berbagi tempat tidur dengan wanita lain. Kehadirannya yang tidak disangka menjadi saksi bisu atas pengkhianatan yang dilakukan secara terang-terangan di ruang yang paling pribadi bagi hubungan mereka.

Rasa sakit yang dirasakan sang wanita bukan hanya karena kehilangan cinta, melainkan karena cara pengkhianatan itu terungkap secara visual dan mendalam. Ia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana setiap kata manis dan perlakuan istimewa yang biasanya hanya miliknya, kini diberikan kepada orang asing di depan matanya. Konflik emosionalnya memuncak saat ia menyadari bahwa seluruh dedikasi dan ketulusan yang ia bangun selama ini telah dianggap tidak ada, digantikan oleh nafsu sesaat yang dilakukan pasangannya tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Kejutan yang ia bawa justru menjadi senjata yang berbalik menikam dirinya sendiri, meruntuhkan seluruh harga dirinya sebagai seorang wanita dan pasangan. Ia merasa seperti orang asing di rumahnya sendiri, di mana setiap sudut ruangan yang dulu penuh kenangan indah kini telah ternoda oleh aroma pengkhianatan yang menyengat. Perasaan dikhianati ini membekas begitu dalam karena ia menyadari bahwa selama ini ia telah hidup dalam sebuah sandiwara besar yang dirajut oleh lelaki yang paling ia percayai di dunia ini.

Pada akhirnya, kisah ini menggambarkan proses matinya harapan dan rasa percaya seorang wanita yang memilih untuk pergi dalam keheningan yang menyakitkan. Ia menyerah pada rasa sakitnya dan memutuskan untuk melepaskan segala sesuatu yang pernah ia perjuangkan karena ia menyadari bahwa cinta yang ia miliki tidak lagi suci. Ia meninggalkan lelaki tersebut bersama dosa pengkhianatannya, membawa luka yang akan selalu ia ingat sebagai pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya sebuah janji setia di hadapan godaan dan ketidakjujuran.

Tulis Komentar FB Anda Disini...