Matahari yang Hilang
Karya : Andi Akbar Muzfa
Ia hidup membawa mimpi besar yang ingin ia jaga
Ia ingin menjadi pemimpin dengan sifat tenang dan bijaksana
Ia berjalan meski banyak suara meragukan setiap arah yang ia bawa
Namun ia percaya ketekunan perlahan membuka semua peluang berharga
Hari-hari berat sering menggoyahkan keyakinan yang ia punya
Ia bangkit kembali meski kegagalan datang bertubi tanpa jeda
Orang sekitar hanya melihat jatuhnya tanpa memahami usaha
Dan ia menahan pedih agar marwah tetap berdiri dengan wibawa
Keluarga menjauh seakan sosok dirinya membawa kecewa
Kerabat dekat merendahkan mimpi dengan ucapan bernada luka
Ia memilih diam demi menjaga sikap dan tutur bicara
Walau ia merasa dunia perlahan menutup setiap ruang cahaya
Ia ingin menjadi teladan yang menuntun hidup penuh makna
Namun langkahnya goyah karena banyak pintu menolak tanpa suara
Ia berdiri sendiri saat orang lain memilih pergi tanpa sapa
Dan kesunyian membuat ia bertanya arah mana harus dibawa
Kesedihan bersemayam di dada bagai beban yang sulit reda
Namun ia tetap melangkah karena menyerah bukan pilihan utama
Ia paham kekuatan tumbuh dari luka yang tak terlihat mata
Dan percaya kelak semua perih berubah menjadi cerita berharga
Malam datang sebagai waktu yang tepat ia merapikan isi kepala
Ia mengumpulkan keberanian sedikit demi sedikit dari hening sekitarnya
Dalam gelap ia belajar memahami arti bertahan sebagai manusia
Meski belum ada siapa pun yang mengerti nilai setiap perjuangan besar itu semua
Di titik rendah ia bertanya pada hati tentang makna
Apakah hidup menolak atau ia hanya lambat membaca tanda
Namun suara lembut di dalam mengajaknya terus menjaga asa
Karena setiap luka bisa menuntun langkah menjadi lebih nyata
Kini ia berjalan lagi walau matahari belum menyapa dunia
Ia tak mencari sanjungan, hanya ingin menjadi manusia berguna
Ia memilih tetap baik meski sering dipatahkan sikap semesta
Dan dari langkah itu, ia menemukan keteguhan yang akhirnya bertumbuh nyata
Makassar 2023
Kategori : Puisi Realita Sosial - Musikal
Kisah dibalik Puisi ...
Puisi ini lahir dari pergulatan seorang lelaki muda yang sejak kecil memiliki mimpi besar untuk menjadi pemimpin. Bukan pemimpin yang megah atau terkenal, tetapi seseorang yang mampu memberi arah, ketenangan, dan nilai bagi orang-orang di sekitarnya. Namun hidup tidak pernah membentangkan jalan yang mulus baginya.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang sering meremehkan kemampuannya. Keluarga menjauh, kerabat merendahkan, dan orang sekitar menganggap setiap kegagalannya sebagai bukti bahwa ia tidak memiliki masa depan. Padahal ia terus berusaha memperbaiki diri, belajar, dan bangkit, meski berkali-kali terjatuh.
Kesunyian menjadi tempat ia menata pikiran, bukan karena ia ingin sendiri, tetapi karena tidak ada ruang lain yang mau menerimanya. Di tengah gelap itu, ia belajar memahami dirinya, mencari alasan untuk tetap berjalan, dan mencoba mempercayai bahwa kegagalan bukan akhir.
Puisi ini mencerminkan perjalanan batin seseorang yang berulang kali kehilangan cahaya seperti matahari yang tak kunjung kembali namun tetap memilih melangkah. Bukan untuk membuktikan apa pun kepada dunia, melainkan untuk menjaga martabat dan harapan kecil yang ia miliki.
Akhir puisinya menggambarkan bahwa meski matahari belum terlihat, ia mulai menemukan kekuatan baru dari langkah-langkah kecil yang tetap ia ambil.
Puisi ini bukan tentang kemenangan besar, tetapi tentang keberanian untuk terus hidup ketika dunia tidak memberikan dukungan apa pun.
Ia ingin menjadi pemimpin dengan sifat tenang dan bijaksana
Ia berjalan meski banyak suara meragukan setiap arah yang ia bawa
Namun ia percaya ketekunan perlahan membuka semua peluang berharga
Hari-hari berat sering menggoyahkan keyakinan yang ia punya
Ia bangkit kembali meski kegagalan datang bertubi tanpa jeda
Orang sekitar hanya melihat jatuhnya tanpa memahami usaha
Dan ia menahan pedih agar marwah tetap berdiri dengan wibawa
Keluarga menjauh seakan sosok dirinya membawa kecewa
Kerabat dekat merendahkan mimpi dengan ucapan bernada luka
Ia memilih diam demi menjaga sikap dan tutur bicara
Walau ia merasa dunia perlahan menutup setiap ruang cahaya
Ia ingin menjadi teladan yang menuntun hidup penuh makna
Namun langkahnya goyah karena banyak pintu menolak tanpa suara
Ia berdiri sendiri saat orang lain memilih pergi tanpa sapa
Dan kesunyian membuat ia bertanya arah mana harus dibawa
Kesedihan bersemayam di dada bagai beban yang sulit reda
Namun ia tetap melangkah karena menyerah bukan pilihan utama
Ia paham kekuatan tumbuh dari luka yang tak terlihat mata
Dan percaya kelak semua perih berubah menjadi cerita berharga
Malam datang sebagai waktu yang tepat ia merapikan isi kepala
Ia mengumpulkan keberanian sedikit demi sedikit dari hening sekitarnya
Dalam gelap ia belajar memahami arti bertahan sebagai manusia
Meski belum ada siapa pun yang mengerti nilai setiap perjuangan besar itu semua
Di titik rendah ia bertanya pada hati tentang makna
Apakah hidup menolak atau ia hanya lambat membaca tanda
Namun suara lembut di dalam mengajaknya terus menjaga asa
Karena setiap luka bisa menuntun langkah menjadi lebih nyata
Kini ia berjalan lagi walau matahari belum menyapa dunia
Ia tak mencari sanjungan, hanya ingin menjadi manusia berguna
Ia memilih tetap baik meski sering dipatahkan sikap semesta
Dan dari langkah itu, ia menemukan keteguhan yang akhirnya bertumbuh nyata
Makassar 2023
Kategori : Puisi Realita Sosial - Musikal
Kisah dibalik Puisi ...
Puisi ini lahir dari pergulatan seorang lelaki muda yang sejak kecil memiliki mimpi besar untuk menjadi pemimpin. Bukan pemimpin yang megah atau terkenal, tetapi seseorang yang mampu memberi arah, ketenangan, dan nilai bagi orang-orang di sekitarnya. Namun hidup tidak pernah membentangkan jalan yang mulus baginya.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang sering meremehkan kemampuannya. Keluarga menjauh, kerabat merendahkan, dan orang sekitar menganggap setiap kegagalannya sebagai bukti bahwa ia tidak memiliki masa depan. Padahal ia terus berusaha memperbaiki diri, belajar, dan bangkit, meski berkali-kali terjatuh.
Kesunyian menjadi tempat ia menata pikiran, bukan karena ia ingin sendiri, tetapi karena tidak ada ruang lain yang mau menerimanya. Di tengah gelap itu, ia belajar memahami dirinya, mencari alasan untuk tetap berjalan, dan mencoba mempercayai bahwa kegagalan bukan akhir.
Puisi ini mencerminkan perjalanan batin seseorang yang berulang kali kehilangan cahaya seperti matahari yang tak kunjung kembali namun tetap memilih melangkah. Bukan untuk membuktikan apa pun kepada dunia, melainkan untuk menjaga martabat dan harapan kecil yang ia miliki.
Akhir puisinya menggambarkan bahwa meski matahari belum terlihat, ia mulai menemukan kekuatan baru dari langkah-langkah kecil yang tetap ia ambil.
Puisi ini bukan tentang kemenangan besar, tetapi tentang keberanian untuk terus hidup ketika dunia tidak memberikan dukungan apa pun.
.jpg)