Bagai Dikejar Waktu
Karya : Andi Akbar Muzfa
Ia menatap sahabatnya melaju jauh dengan langkah penuh makna
Setiap keberhasilan mereka terasa seperti jarak yang tak mampu ia raba
Ia terus berlari mencoba memahami hidup yang menjauh tanpa suara
Namun di dadanya tumbuh sesak yang perlahan berubah menjadi dorongan hampa
Keluarga dan kerabat dekat berjalan menjemput hari yang cerah rupa
Sedangkan ia terperangkap dalam waktu yang berputar tanpa memberi jeda
Hari-harinya berlalu hambar seperti jalan panjang yang tak memberi tanda
Dan ia mulai bertanya apakah nasib masih menyediakan ruang untuknya
Kesempatan datang berulang namun semuanya kabur sebelum benar-benar tiba
Ia mencoba meraih peluang itu meski hatinya sering terluka
Seperti mengejar bayangan yang menjauh saat tangan mulai mencoba
Dan setiap kegagalan membuatnya semakin sulit menjaga langkahnya tetap tegar terarah
Di rumah itu ia berdiri memandangi dinding yang diam tanpa kata
Ia merasa seperti perahu rapuh yang terhenti di tengah gelombang tanpa daya
Setiap rencana yang ia buat runtuh sebelum sempat ia jaga
Dan malam-malamnya menjadi saksi betapa beratnya hidup yang menahannya tanpa suara
Ia ingin menjadi pemandu yang mampu membawa terang bagi keluarganya
Namun harapan itu runtuh perlahan bagai debu yang jatuh dari sudut meja
Keyakinannya terkikis oleh waktu yang terus memaksanya bertahan tanpa jeda
Dan ia mulai merasa dirinya hanyalah penunggu senyap di pinggir cerita dunia
Kadang ia marah pada diri sendiri karena terkurung daya dan upaya
Kadang ia bertanya mengapa semua pintu tertutup saat ia mencoba
Namun dalam setiap ambruknya tekad ia tetap berusaha menjaga kokohnya jiwa
Walau sering kali napasnya terasa seperti beban yang makin menghimpit tanpa sisa
Suatu malam ia berdiri menatap langit yang menggantung tanpa warna
Ia merasa hidupnya seperti jalan panjang yang sengaja menyesatkannya
Di dalam dada bergemuruh rasa takut yang diam-diam mengikis keteguhannya
Dan ia bertanya apakah ia masih punya alasan untuk tetap terus percaya
Namun dalam sunyi itu ia merasakan sebutir keberanian kecil yang mulai menyala
Ia tahu waktu itu kejam, tetapi bukan satu-satunya penentu arah hidupnya
Perlahan ia belajar berdiri kembali meski langkahnya belum sepenuhnya terjaga
Dan berharap mungkin esok, sekecil apa pun peluangnya, akan membuka sisi lain dari takdirnya
Makassar 2023
Kategori : Puisi Realita Sosial - Musikal
Kisah dibalik Puisi ...
Puisi ini bercerita tentang seorang lelaki yang merasa tertinggal jauh dari dunia yang terus berlari. Ia sudah menikah, namun tak punya pekerjaan yang stabil. Setiap peluang datang hanya sebagai angin lewat tak pernah benar-benar menjadi pegangan. Sementara itu, sahabat, keluarga, dan kerabat dekatnya satu per satu mencapai keberhasilan yang dulu mereka impikan bersama.
Setiap hari ia membawa beban yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Ada rasa malu, gagal, dan tidak berguna yang terus menekan dadanya. Rumah yang harusnya menjadi tempat pulang justru menjadi ruang hening yang mengingatkannya pada ketidakberdayaan. Ia ingin membuktikan diri, ingin berdiri sejajar, tetapi hidup seakan menolak semua usahanya.
Konflik terbesar dalam puisi ini bukan sekadar tentang pekerjaan, melainkan pergulatan batin. Perasaan kalah oleh waktu, kalah oleh keadaan, dan kalah oleh dirinya sendiri. Namun di balik semua kegelapan itu, puisi ini menyimpan satu titik kecil: sebuah kesadaran bahwa hidup tidak berhenti hanya karena seseorang tertinggal. Bahkan langkah kecil tetap berarti selama ia tidak benar-benar menyerah.
Puisi ini menceritakan perjalanan batin seorang lelaki yang tersesat, terluka, dan tertekan tetapi masih mencoba berdiri, pelan-pelan, dengan harapan tipis bahwa suatu hari nanti waktu akan memberinya ruang.
.jpg)