Rabu, 10 Desember 2025

Ruang Kosong di Hati

Ruang Kosong di Hati
Karya : Andi Akbar Muzfa

Aku berdiri sendiri di sudut ruang,
Menatap bayanganmu yang tak nyata.
Kau berlari di tempat yang lapang,
Dan aku tak pernah kau sapa.

Cinta ini kubangun tanpa fondasi,
Mengukir nama di atas air.
Setiap usaha hanya ilusi,
Semua harapanku gugur dan cair.

Ku tahu aku tak pernah kau tatap,
Hanya kutulis di dalam hati.
Meskipun kau begitu dekat,
Jarak kita takkan pernah mati.

Aku bertanya pada dinding sepi,
Di mana letak hati yang kau tuju?
Semua doa yang pernah ku rapi,
Tak pernah sampai di depan pintu.

Di sinilah klimaks yang tak terelakkan,
Aku menyerah pada kenyataan ini.
Kau tak pernah memberiku pegangan,
Hanya menyisakan sunyi.

Mereka bilang, aku harus melangkah,
Mencari cinta yang lebih pasti.
Tapi bayangmu tak pernah lelah,
Menyiksa seluruh batin ini.

Aku berjalan di lorong tanpa cahaya,
Mencari ke mana harus kucari.
Namun hanya ada ruang yang hampa,
Ditinggal oleh semua mimpi.

Kulepas semua janji yang kuikat,
Kusambut kembali semua rasa sakit.
Tak ada lagi yang harus kuingat,
Selain pedih yang menusuk dan pahit.

Tinggal kuterima bahwa kau bahagia,
Tanpa aku yang selalu mendamba.
Aku hanya penonton setia,
Di panggung kisah yang tak seimbang.

Biarlah semua kenangan beku,
Menjadi saksi bisu keheningan.
Tak ada lagi yang tersisa di sini,
Selain kekosongan tanpa ampunan.

Jika suatu hari kau melihatku rapuh,
Jangan kau tunjukkan simpati palsu.
Sebab luka ini akan ku tempuh,
Hingga aku tak lagi merindu.

Maka kutinggalkan ruang yang hampa,
Membawa diri yang lelah dan sepi.
Meskipun cinta tak pernah menyapa,
Aku harus tetap berdiri.

Makassar 2023
Kategori : Musikalisasi Puisi (Modern)

Kisah di Balik Puisi...
Puisi ini mengisahkan tentang penderitaan yang sangat mendalam akibat cinta bertepuk sebelah tangan. Latar belakang cerita ini adalah kondisi kepasrahan yang menyedihkan setelah tokoh utama menyadari bahwa segala usaha dan harapan yang ia bangun (mengukir nama di atas air) adalah ilusi belaka. Tokoh utama berada di dalam sebuah "ruang kosong," sebuah metafora untuk kondisi hatinya yang hampa, di mana kehadiran orang yang dicintainya hanya berupa bayangan yang tak pernah menyapa atau mendekat.

Sumber inspirasi utama dari kisah ini adalah kepedihan karena kesendirian dalam sebuah hubungan yang sebenarnya tidak pernah terjalin. Tokoh utama menderita karena jarak emosional yang tak teratasi; meskipun secara fisik "dekat," jarak batin mereka "takkan pernah mati." Klimaks emosionalnya terletak pada Bait 5, di mana ia memutuskan untuk menyerah, menyambut kembali rasa sakit, dan berhenti membangun harapan. Ini adalah titik balik dari perjuangan menjadi penerimaan yang pahit.

Inti narasi dalam puisi ini adalah tentang proses melepaskan dan mencari kekuatan di tengah kehampaan. Tokoh utama tidak hanya meratap, tetapi mencoba menemukan jalan keluar dari "lorong tanpa cahaya." Ia menolak simpati palsu, menegaskan bahwa luka ini adalah tanggung jawabnya sendiri untuk diselesaikan ("akan ku tempuh"). Ini adalah perjuangan yang heroik, meskipun sunyi, untuk memulihkan diri dari kekosongan yang diciptakan oleh cinta yang tak terbalas.

Pesan utama kisah ini adalah mengenai penerimaan realitas yang menyakitkan. Puisi ini menyimpulkan bahwa setelah semua perjuangan, yang tersisa adalah kehampaan, tetapi kehampaan itu harus menjadi titik awal untuk berdiri kembali. Tokoh utama mengakhiri kisahnya dengan keputusan untuk pergi, membawa kesepiannya, tetapi tetap bertekad untuk kembali berdiri tegak, meskipun cintanya tidak pernah "menyapa" dan kekosongan itu begitu nyata.

Tulis Komentar FB Anda Disini...