Gelap Yang Datang Tanpa Kabar
Karya : Andi Akbar Muzfa
Ada yang luruh dari dahan takdir dan takkan kembali,
Meninggalkan lubang hampa di sela-sela rusuk yang sepi.
Namun waktu adalah gembala yang memaksamu untuk berlari,
Menembus kabut hari yang kian tajam dan menusuk nadi.
Kau lalui jalanan berbatu, berkalang kerikil dan onak duri,
Di mana setiap langkahmu adalah sebentuk sunyi yang ngeri.
Ingatlah, Kawan, di dalam lelah yang kau dekap seorang diri,
Ada barisan doa yang menjagamu agar jiwamu tak lekas mati.
Bila larimu mulai goyah dan denyut jantungmu terasa letih,
Berhentilah sejenak di berandaku, biarkan duka itu memutih.
Aku akan menemanimu merawat luka yang kian terasa pedih,
Hingga badai di matamu reda dan suaramu tak lagi ratih.
Kadang dunia berpaling muka dan cinta seolah menjadi mitos,
Membiarkan hatimu terdampar di antara harapan yang keropos.
Namun kami ada di sini, menjadi sauh di tengah samudera kekosongan,
Menjaga api di jiwamu agar tetap menyala dalam kedinginan.
Kehilangan itu hanyalah kabut yang menutup jalan sebentar,
Sudahi ratapmu, Kawan, jangan biarkan nyalamu kian memudar.
Kelak kau kan percaya pada rahasia semesta yang terpancar,
Bahwa cinta adalah tabib bagi setiap hati yang sedang bergetar.
Relakanlah setiap kepingan yang telah lepas dari genggaman,
Biarkan ia berpulang pada keheningan yang penuh kedamaian.
Yakinkan jiwamu bahwa sesuatu yang lebih indah sedang disiapkan,
Jauh melampaui segala duka yang selama ini kau tangiskan.
Meski bencana datang tanpa kabar, meruntuhkan segala rencana,
Memaksa lututmu bersujud di atas tanah yang penuh dengan lara.
Saat semesta terasa tak lagi memihak pada doa-doa manusia,
Tetaplah berdiri sebagai saksi atas keajaiban yang tetap ada.
Tak perlu kau bandingkan gubukmu dengan istana yang bertangga,
Sebab kemuliaan sejati tak selalu bertahta di atas harta benda.
Di dalam syukur yang tulus, ada ketenangan yang kian berharga,
Yang takkan mampu dibeli oleh segala kemewahan di jagat raya.
Di dermaga yang menangis, di tengah asap gelap yang membungkus,
Kita bersandar pada kebaikanmu yang takkan pernah bisa hangus.
Engkaulah kiblat bagi kami yang sedang mencari jalan yang lurus,
Jejak kasihmu adalah cahaya yang akan terus menuntun dengan tulus.
Kadang sesal datang menghujam saat kenangan lama mulai beradu,
Lupakanlah sejenak, biarkan syukur menjadi penawar rasa rindu.
Di depan sana, matahari masih setia menunggu di balik awan kelabu,
Membawa janji tentang hari yang baru untukmu dan juga untukku.
Jika kau terjatuh dan merasa jiwamu mulai pecah berkeping,
Jangan ragu untuk mencari pundakku saat duniamu terasa miring.
Aku ada untukmu, menjadi pelindung di tengah hari yang genting,
Menemanimu berjalan hingga ke tepi cahaya yang kian bening.
Relakan yang pergi, biarkan ia menjadi bagian dari sejarah batin,
Sebab ia akan kembali dalam wujud yang lebih agung dan yakin.
Cinta akan menyembuhkan luka, membawamu keluar dari rasa dingin,
Dan kau akan berdiri tegak menyambut pagi yang telah lama kau inginkan.
Kategori Puisi : Musikalisasi Realita Sosial
Tema : Perjuangan Hidup, Puisi Perjalanan Hidup
Kisah di Balik Puisi
Puisi ini mengisahkan tentang sebuah perjalanan spiritual yang sangat menyentuh mengenai penerimaan terhadap kehilangan yang tak terelakkan dan upaya menemukan kembali arah hidup (kiblat) setelah dihantam oleh bencana. Tokoh dalam puisi ini digambarkan sebagai seseorang yang sedang hancur karena dipaksa waktu untuk terus melangkah di jalanan penuh "kerikil duri" sementara hatinya masih tertinggal di masa lalu. Ini adalah narasi tentang ketabahan manusia di titik terendahnya, di mana ia harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa dunia sering kali tidak peduli pada penderitaan individu, namun ia tetap diingatkan bahwa ia tidak pernah benar-benar sendirian dalam kegelapan tersebut.
Narasi ini juga menyoroti keindahan dari solidaritas antarmanusia, di mana seorang kawan menawarkan dirinya sebagai "dermaga" bagi jiwa yang sedang menangis dan "sauh" bagi hati yang sedang terombang-ambing. Ada sebuah penekanan yang sangat dalam pada konsep bahwa cinta dan kebaikan adalah obat yang mampu menyembuhkan luka yang paling kronis sekalipun, jika seseorang bersedia untuk memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk berhenti sejenak dan beristirahat. Kisah ini tidak menafikan rasa sakit, melainkan merangkulnya sebagai bagian dari proses pendewasaan jiwa yang akan membawa seseorang menuju pemahaman yang lebih tinggi tentang makna kasih sayang.
Lebih jauh lagi, puisi ini menyentuh pergulatan batin saat seseorang merasa semesta tidak lagi berpihak padanya, terutama ketika melihat ketimpangan nasib antara "gubuk" tempatnya bernaung dengan "rumah bertangga" milik orang lain. Bencana yang datang tanpa rencana digambarkan dengan asap gelap yang menyelimuti dermaga menjadi ujian bagi iman dan rasa syukurnya. Namun, di tengah keputusasaan tersebut, muncul kesadaran bahwa kebaikan yang pernah ditabur akan menjadi jejak cahaya yang takkan pernah padam, menjadi kiblat yang menuntunnya untuk kembali bersyukur meskipun di tengah keterbatasan fisik dan luka batin yang masih menganga.
Pada akhirnya, kisah di balik bait-bait ini adalah tentang kemenangan sebuah jiwa yang berhasil "merelakan" apa yang telah pergi demi menyambut sesuatu yang jauh lebih indah di masa depan. Tokoh utama belajar bahwa melepaskan bukanlah tanda kekalahan, melainkan syarat utama untuk menerima berkat baru yang telah disiapkan semesta melebihi apa yang pernah ia sadari sebelumnya. Dengan tetap menatap ke arah matahari yang menanti di depan, kisah ini ditutup dengan sebuah janji tentang pemulihan total, di mana duka berubah menjadi kekuatan dan kehilangan menjadi jalan menuju kebahagiaan yang lebih suci dan abadi.
Selasa, 13 Januari 2026
Gelap Yang Datang Tanpa Kabar
Novel Isekai Terbaru...
➤
Lapuza Episode 01
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
Nantikan keseruan kisahnya di Season 2 Berikutnya...
Artikel Terkait
Tulis Komentar FB Anda Disini...
.jpg)