Langkah Berat Buruh Pagi
Karya : Andi Akbar Muzfa
Di depan pabrik tua ia melangkah pelan menahan sisa tenaga
Mesin berdengung kasar seperti peringatan tentang kerasnya dunia
Bau minyak menempel di udara dan menusuk dada
Namun ia terus berjalan sambil menggenggam harapan sederhana
Di pundaknya beban berat terikat kuat seperti tugas tanpa jeda
Langkahnya bergetar tetapi tekadnya tetap berdiri menjaga sukma
Ia pandangi jalan panjang yang redup oleh kabut tipis pagi buta
Seakan dunia menguji keteguhan yang terus ia bawa
Di setiap tikungan, angin dingin menyapu tubuhnya seperti peringatan nyata
Namun ia tetap mengangkat barang itu meski punggungnya mulai bergetar lelahnya
Ada getaran halus di dadanya ketika ia teringat keluarga
Seolah suara lembut memintanya terus bertahan apa adanya
Suara klakson kendaraan berlalu semakin menekan hati yang lelah meronta
Ia menepis gundah sambil menarik napas panjang penuh asa
Kerikil di jalan menyesakkan langkah tetapi tidak mampu mematahkan jiwanya
Karena ia percaya kerja keras hari ini membawa secercah bahagia
Ketika matahari naik perlahan, cahaya samar menyapa wajahnya yang pias terasa
Ia menyeka keringat yang menetes cepat seperti aliran waktu yang tak henti menggema
Di balik segala letih, ia melihat masa depan kecil menunggu di rumah sederhana
Dan bayangan itu menguatkan lututnya untuk tetap berdiri membawa beban nyata
Tekanan hari demi hari kadang membuat batinnya terhimpit dan merana
Sementara deru suara mesin mencubui ruang pikirannya bagai hentakan tanpa jeda
Konflik antara harapan dan kenyataan sering merobek tenangnya di tengah asa
Namun ia terus melangkah meski dunia terasa menutup celah-celah cahaya
Pada satu titik ia hampir terhenti ketika punggungnya menjerit minta jeda
Udara terasa membeku dan matanya bergetar menahan pilu sukma
Ia ingin menyerah tetapi bayangan wajah-wajah kecil menghalau segala duka
Dan dengan sisa tenaga ia angkat beban itu sekali lagi tanpa suara
Saat senja mendekat, jalan pulang terasa lebih lapang menyapa
Ia tersenyum kecil melihat langkahnya sendiri yang tak pernah kalah oleh luka
Dalam hati ia titipkan doa agar esok tidak sekeras hari yang sama
Namun apa pun yang menanti, ia siap kembali melangkah membawa asa
Makassar 2023
Kategori : Puisi Realita Sosial - Musikal
Kisah dibalik Puisi ...
Puisi ini mengisahkan tentang perjuangan seorang buruh yang memulai hari di depan pabrik tua dengan tubuh lelah, pundak berat, dan napas yang masih tertinggal dari kerja hari sebelumnya. Aroma minyak, dengung mesin, dan kerasnya jalanan menjadi latar yang menegaskan taruhan hidup yang ia jalani setiap pagi.
Ia memanggul beban besar di jalan, bukan hanya beban fisik, tetapi juga beban batin: tuntutan ekonomi, kebutuhan keluarga, serta rasa letih yang terus menumpuk dari hari ke hari. Setiap langkah yang ia ambil menjadi simbol keteguhan hati yang harus tetap dijaga di tengah kondisi hidup yang serba sempit.
Konflik utama muncul ketika rasa sakit di tubuhnya dan tekanan mental seakan memaksanya berhenti. Namun ingatan tentang keluarga terutama wajah anak-anaknya menjadi sumber kekuatan yang membuatnya terus bertahan. Di situlah klimaks puisi hadir: saat ia hampir menyerah, tetapi cinta yang ia bawa mengalahkan rasa perih yang menekan.
Puisi ini menggambarkan realitas buruh yang sering tak terlihat: bahwa di balik langkah-langkah berat itu, ada harapan yang dipikul dengan diam, ada tanggung jawab yang tak bisa ditinggalkan, dan ada kekuatan yang tumbuh dari rasa cinta yang sederhana.
Pada akhirnya, puisi ini menampilkan buruh sebagai sosok yang tetap teguh meski dunia keras menimpanya seseorang yang terus melangkah karena masa depan keluarganya bergantung pada setiap tetes keringat yang ia bawa pulang.
.jpg)