Sabtu, 06 Desember 2025

Debar Pertama di Balik Jendela Kelas

Debar Pertama di Balik Jendela Kelas
Karya : Andi Akbar Muzfa

Jendela kaca buram, penuh debu tipis,
Lapang di luar, panasnya tak terperi,
Suara pantulan bola, terdengar tipis-tipis,
Mengiringi debar hati, yang tak berhenti.

Aku melihatmu, bergerak cepat di sana,
Bayangmu lincah, mengejar bola yang memantul,
Kau berlari, penuh semangat dan rencana,
Membuat hatiku mendadak, terasa memukul.

Meskipun di dalam, sejuk dan teduh terasa,
Namun hatiku mendadak, terasa membara,
Padahal udara kelas, sunyi tanpa suara,
Kau membawa energi, mengikis semua lara.

Haruskah ku usap, kaca yang buram ini?
Agar wajahmu terlihat, tanpa penghalang lagi?
Namun aku takut, kau melihatku menanti,
Menyimpan rahasia, di tempat yang sunyi.

Saat kau berhasil, memasukkan bola itu,
Tawa riangmu terdengar, menembus kaca,
Jantungku bergetar, secepat bola yang melaju,
Kau adalah alasan, semua ini kurasa.

Jendela ini diam, ia tahu siapa yang kucari,
Membiarkan bayanganmu, melompat perlahan,
Ia menjadi filter, bagi rasa yang murni,
Menjaga rahasiaku, dari keramaian.

Gerak tubuhmu, gesit dan sangat terarah,
Melompat, berputar, tanpa perlu berhenti,
Seolah kau ciptakan, irama yang penuh gairah,
Mengisi kehampaan, di dalam hati.

Tubuhku di sini, terkurung di meja belajar,
Tapi pikiranku, mengejar bola di sana,
Mendekatimu, tanpa perlu terujar,
Membawa semua harap, yang penuh makna.

Aku tak pernah tahu, jatuh cinta sebegini,
Sederhana saja, hanya lewat pandangan jauh,
Kau mengubah hari, kau mengubah diriku ini,
Menjadi seorang pengejar, yang takkan mengeluh.

Bayanganmu di kaca, terlihat begitu sempurna,
Meskipun tak nyata, namun ia berarti,
Ia adalah janji, sebuah rencana,
Tentang cinta yang harus kubawa nanti.

Esok lusa, aku akan berani tuk melihat,
Bukan dari balik kaca, namun di hadapanmu,
Mengucapkan sapa, yang kini sudah erat,
Menggenggam semua rasa, yang menungguku.

Biarlah debar ini, menjadi awal cerita,
Yang lahir di balik jendela, penuh misteri,
Kau adalah bayangan, yang kini jadi nyata,
Harapan SMA, yang takkan pernah mati.

Makassar 2024
Kategori : Puisi Cinta SMA
Tema : Puisi Cinta Awal Pertemuan


Kisah dibalik Puisi ...
Kisah ini tentang Seorang Siswa SMA yang sedang berada di dalam kelasnya yang sejuk, sementara di luar cuaca sangat terik. Perhatian Siswa ini teralihkan sepenuhnya ke lapangan di mana Seorang Siswi SMA sedang asyik bermain bola basket. Siswa ini tidak bisa melihat wajah Siswi itu dengan jelas karena jendelanya buram, hanya bayangan dan gerak lincahnya saja.

Meskipun penglihatannya terhalang, Siswa ini langsung merasakan cinta. Debar jantungnya terasa cepat, seolah meniru irama pantulan bola basket di luar. Di dalam, ia merasa sejuk, tapi hatinya mendadak "membara" karena energi dan semangat dari Siswi yang ia lihat.

Konflik utamanya adalah rasa takut dan ragu. Siswa ini ingin sekali mengusap debu di jendela agar bisa melihat wajah Siswi itu jelas, tetapi ia takut ketahuan sedang mengamati. Ia memilih untuk menyimpan perasaannya dan membiarkan jendela buram itu menjadi penjaga rahasianya.

Puncak emosi terjadi saat Siswi itu berhasil memasukkan bola dan tertawa. Suara tawa itu menembus kaca, membuat Siswa ini yakin bahwa perasaan ini nyata. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus bersembunyi. Akhirnya, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengumpulkan keberanian untuk mendekati Siswi itu di luar kelas, mengubah bayangan di jendela menjadi kisah cinta yang nyata.


Tulis Komentar FB Anda Disini...