Sabtu, 06 Desember 2025

Ada Rasa di Balik Bola Basket

Ada Rasa di Balik Bola Basket
Karya : Andi Akbar Muzfa

Sepulang sekolah, di saat senja tiba,
Aku selalu berdiri, di tepi lapangan ini,
Menatapmu berlatih, tanpa banyak kata,
Mengulang gerakan, tanpa pernah berhenti.

Kau Kakak Kelas, dengan seragam kelas dua belas,
Serius berlatih, peluh membasahi kaos,
Tidak banyak gaya, hanya fokus yang jelas,
Membuat hatiku kagum, dengan rasa tulus.

Kau ramah menyapa, setiap adik kelas lewat,
Wajahmu tegas, namun senyummu hangat,
Bukan sekadar permainan, tapi pembawaan yang tepat,
Sikap yang membuatku, percaya tanpa cemas.

Rasa ini datang, perlahan dan teratur,
Bukan karena tampilan, tapi sosok yang terpercaya,
Ia tumbuh subur, tanpa pernah kuukur,
Mengubah kagumku, menjadi hasrat yang nyata.

Saat kau rehat, mengambil air di sisi,
Kita berjarak, hanya beberapa langkah saja,
Aku menunduk cepat, jantungku mencuri sepi,
Tak berani menyapa, takut dianggap sok akrab.

Bola oranye itu, menjadi pemisah antara kita,
Ia menyatukanmu dengan lapangan, namun memisahkan,
Aku hanya mampu mengagumi, tanpa suara,
Menjadikanmu alasan, untuk selalu bertahan.

Aku hafal benar, setiap gerakanmu di sana,
Dribel tangan kiri, lompatan yang sempurna,
Mengumpulkan semua detail, sebagai makna,
Mengisi hari-hari, dengan getaran cinta.

Lapangan ini saksi, atas diam yang kupilih,
Sinar senja kemerahan, menjadi selimut malu,
Hanya suara bola, dan pantulan yang pelan,
Di antara aku dan kamu, yang tak pernah bicara.

Aku kelas sepuluh, dan kau akan segera lulus,
Waktu terus berjalan, terasa sangat cepat,
Haruskah ku sapa? Atau kurelakan rasa ini putus?
Sebuah pertanyaan, yang selalu membuatku resah.

Perasaan ini murni, tak dibuat-buat,
Ia lahir dari kagum, pada sikap yang baik,
Sosok yang tak pernah, terlihat tertekan,
Tempat hatiku, ingin mencari tenang.

Aku hanya bisa berdiri, di batas tak terlihat,
Mengirim doa kecil, saat kau lelah berlari,
Semoga semua mimpimu, segera terwujud cepat,
Dan kelak kau tahu, siapa yang menanti.

Di balik bola basket, ada rasa yang tersimpan,
Kekaguman seorang adik, pada Kakak Kelasnya,
Ia adalah awal, dari semua harapan,
Cinta sederhana, yang kubawa selamanya.

Makassar 2024
Kategori : Puisi Cinta SMA
Tema : Puisi Cinta Awal Pertemuan

Kisah dibalik Puisi ...
Kisah ini berpusat pada Seorang Siswi SMA (Kelas 10) yang diam-diam menyukai Kakak Kelas laki-laki (Kelas 12). Siswi ini bukanlah tipe yang berani mendekat. Ia selalu mengamati dari jauh, biasanya di tepi lapangan basket sepulang sekolah, saat Kakak Kelas itu sedang latihan.

Sumber utama cintanya bukan pada penampilan, melainkan pada sikap Kakak Kelas tersebut. Siswi ini sangat kagum karena Kakak Kelas itu selalu serius saat berlatih, tidak sombong atau banyak gaya, dan yang paling penting, tetap ramah saat menyapa adik kelas. Hal ini membuat Siswi merasa bahwa Kakak Kelas ini adalah sosok yang baik dan dapat dipercaya.

Konflik utamanya adalah pertarungan batin antara rasa kagum yang besar dengan rasa takut. Siswi ini takut jika ia mencoba menyapa atau mendekat, ia akan dianggap lancang atau "sok akrab" oleh Kakak Kelas itu. Karena itu, ia memilih bersembunyi di batas lapangan, menjadikan bola basket dan jarak sebagai pemisah antara mereka.

Puncak emosi Siswi terjadi saat Kakak Kelas mengambil jeda minum air, membuat jarak mereka sangat dekat, namun Siswi justru semakin menunduk karena gugup. Meskipun sadar waktu Kakak Kelasnya hampir habis karena akan lulus, Siswi ini memutuskan untuk menjaga rasa itu. Ia menutup puisi dengan harapan sederhana: semoga suatu hari Kakak Kelas itu tahu bahwa ada seseorang yang mengagumi dan mendoakannya dari kejauhan.

Tulis Komentar FB Anda Disini...