Jumat, 12 Desember 2025

Kisah Bel Pulang Sekolah

Kisah Bel Pulang Sekolah
Karya : Andi Akbar Muzfa

Di bawah pohon beringin sekolah kita,
Cerita rahasia mulai tercipta.
Setiap pandangan membawa makna,
Membuat hatiku terasa tak berdaya.

Kau duduk diam di barisan terdepan,
Bintang kelas dengan semua kebanggaan.
Membawa damai yang penuh kepastian,
Sebuah pelabuhan yang penuh penerangan.

Namun dia berdiri di sudut kantin,
Membawa aura yang sangat ingin.
Canda tawanya membuatku tergelincir,
Mencuri semua fokusku tanpa tersingkir.

Kita berjalan bertiga saat istirahat,
Menjaga jarak yang terasa amat berat.
Senyumku hanya topeng yang tersekat,
Menghindari pandangan yang menusuk hebat.

Saat guru memanggil namaku lantang,
Aku harus memilih ke mana memandang.
Ke kanan adalah janji yang tak terhalang,
Ke kiri adalah hasrat yang terus merangsang.

Aku tahu ini adalah drama yang fatal,
Membuat hubungan kita tak lagi kekal.
Mencintai dua hati terasa brutal,
Menghancurkan diriku sampai ke akar.

Pulpen di tangan menuliskan nama,
Menimbang siapa yang harus kutinggalkan lama.
Keputusan ini sungguh menyiksa,
Sebab hati memilih keduanya sama.

Kisah kita adalah pelajaran Sejarah,
Diakhiri dengan penyesalan dan pasrah.
Tak ada remedial untuk cinta yang salah,
Hanya ada konsekuensi yang takkan mudah.

Kini lorong sekolah terasa dingin,
Di antara loker tempat kita bertukar janji.
Aku telah berkhianat, aku telah tergelincir,
Menyisakan luka yang takkan terhenti.

Aku mencintai kau, juga mencintai dia,
Rasa ini terbagi, tak sanggup kubela.
Pikiran meronta, jiwa terasa hampa,
Dilema ini menuntut sebuah rupa.

Suatu saat seragam ini kan kulepas,
Dan kenangan ini akan memudar cepat.
Semoga luka ini bisa terbalas,
Menjadi kisah yang takkan terlambat.

Bel pulang berbunyi, aku harus pergi,
Memilih satu, melepaskan yang lain.
Maafkanlah aku, ku telah menyakiti,
Sebuah akhir yang takkan kuingin.

Makassar 2023
Kategori : Musikalisasi Puisi (Modern)

Kisah di Balik Puisi...
Puisi ini mengisahkan tentang konflik batin seorang pelajar SMA yang terjebak di antara kewajiban (yang diwakili oleh 'Kau,' si 'Bintang kelas' yang membawa damai) dan hasrat yang membara (yang diwakili oleh 'Dia,' yang membawa aura 'bahaya' dari sudut kantin). Inspirasi utama kisah ini adalah perbedaan kontras antara keamanan janji lama dan kegembiraan risiko baru.

Latar belakang kisah ini adalah perjuangan antara Logika dan Emosi. Tokoh utama merasa segala hal yang terjadi di sekolah, dari "barisan terdepan" hingga "sudut kantin," menjadi medan pertempuran. Klimaks muncul saat bel pulang berbunyi, yang seharusnya menjadi kelegaan, justru menjadi "berat" karena ia harus menghadapi hasil dari dilemanya. Ia harus memilih antara "janji yang tak terhalang" (kanan) dan "hasrat yang terus merangsang" (kiri).

Inti narasi dalam puisi ini adalah penyesalan yang mendalam. Tokoh utama merasa ia telah melakukan "drama yang fatal," mengubah kisah indah menjadi "pelajaran Sejarah" yang berakhir pahit. Meskipun memilih janji lama, ia tahu ia telah menjadi "pengkhianat" bagi dirinya sendiri dan bagi pihak ketiga.

Pesan utama kisah ini adalah mengenai pilihan yang harus ditepati meskipun menyakitkan. Tokoh utama sadar bahwa ia telah merusak hatinya sendiri ("tidak ada remedial untuk cinta yang salah"), dan ia harus menjalani konsekuensi dari keputusannya, berharap luka ini akan memudar saat ia melepaskan "seragam" itu.

Tulis Komentar FB Anda Disini...