Lelaki yang Tak ke Mana-Mana
Karya : Andi Akbar Muzfa
Disetiap hening malam ia duduk lama memandangi langit yang bertahta
Berharap hari esok membawa jawaban, walau ia tak tahu harus mulai dari mana
Tenaganya tersisa sedikit, tapi keinginannya tetap besar bagai serigala
Namun hidup menahan langkahnya, membuatnya hanya mampu menerima seadanya
Pekerjaan datang sekejap lalu pergi tanpa memberi makna
Ia mencoba tersenyum meski hatinya tak pernah benar-benar lega
Banyak hal ingin ia lakukan, tapi semuanya terhenti sebelum bermula
Dan ia perlahan mengerti bahwa beberapa jalan memang tak bisa ia jala
Ia pernah ingin melangkah jauh, tapi dunia tak menyediakan ruangnya
Setiap pintu tertutup rapat, menolak semua harap yang ia bawa
Ia pun kembali duduk, menahan napas yang makin berat, pahit dan hampa
Meski sesekali berusaha memahami mengapa hidup membiarkannya diam begitu lama
Di sisinya, istrinya tetap menggenggam tangannya dengan setia
Tak banyak kata di antara mereka, hanya tatapan yang memberi kuatnya
Meski tak ada yang bisa ia beri, istrinya tetap melihatnya sebagai penerang jiwa
Dan itu membuatnya bertahan ketika segalanya seperti ingin sirna
Kadang ia menatap langit senja, mencari harapan yang mungkin muncul tiba-tiba
Namun langit sering terlalu muram untuk memberi secercah cahaya
Ia ingin keluar dari keterbatasan, tapi hidup memintanya tetap di sini saja
Dan ia pun pasrah, bukan karena lemah, tapi karena tak ada jalan yang bisa ia buka
Malam-malam panjang membuatnya sering berbicara dengan jiwa
Ia memohon kekuatan untuk esok yang mungkin tetap sama apa adanya
Meski tak bisa bergerak jauh, ia masih menyimpan sedikit doa
Bahwa suatu hari keadaan akan memberi ruang yang lebih menerimanya
Ia melihat orang-orang berjalan cepat melewati dunia
Sementara ia hanya mampu menyaksikan semuanya dari sudut impiannya
Kadang hatinya runtuh, tapi ia bangun kembali dengan sederhana karena cinta
Dan itulah yang membuatnya tetap kuat, meski tak bisa ke mana-mana
Saat fajar tiba menyapa, ia kembali berdiri dengan sisa-sisa tenaga
Ia memandang istrinya, menemukan alasan untuk tetap ada
Ia tidak tahu bagaimana masa depan, tapi ia tetap percaya
Bahwa suatu hari, entah kapan, hidup akan menjadi sedikit lebih membuka keramahannya
Makassar 2023
Kategori : Puisi Realita Hidup - Musikal
Kisah dibalik Puisi ...
Puisi itu menggambarkan perjalanan batin seorang suami yang hidup dalam tekanan ekonomi dan tuntutan hidup yang semakin berat. Ia sudah berusaha semampunya, bekerja apa saja yang bisa ia lakukan, namun pendapatannya tidak menentu dan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. Meski dalam himpitan segala arah, ia tetap memikul tanggung jawab besar untuk menjaga rumah tangga dan memastikan istrinya tetap merasa aman.
Suami ini terjebak dalam banyak keterbatasan, baik keadaan, kemampuan, maupun peluang yang tidak datang. Ia ingin mencoba lebih, melangkah lebih jauh, atau mencari jalan keluar, namun hambatan demi hambatan membuatnya tak bisa berbuat banyak. Karena itu, ia memilih bersabar dan pasrah, bukan sebagai bentuk menyerah, tetapi sebagai wujud ketegaran dalam menghadapi kenyataan hidup yang keras karena ia yakin semua ada waktunya.
Di balik semua itu, ia masih menyimpan harapan tipis, harapannya pada perubahan yang mungkin datang entah kapan. Harapan itu yang membuatnya tetap berdiri meski dunia terasa berat. Puisi ini adalah potret perjuangan diam seorang kepala keluarga yang bertahan di tengah badai, dengan cinta sebagai alasan ia terus melangkah.
.jpg)