Selasa, 09 Desember 2025

Rocker Juga Jatuh Cinta (Jilid 2)

Rocker Juga Jatuh Cinta (Jilid 2)
Karya : Andi Akbar Muzfa

Jiwa terasa amat sunyi,
Hati diselimuti sepi.
Detak jantungku kian kencang,
Mengalahkan semua gemerlang.

Harusnya jiwa siap mental,
Saat semua beban datang.
Namun pandanganku tak lagi netral,
Oleh kehadirannya di belakang.

Dia adalah sebuah ketenangan,
Menyentuh jiwa yang sunyi.
Bukan penggemar yang histeris,
Hanya gadis berparas manis.

Panggung kini menyala garang,
Haruskah suaraku mengaum?
Namun hati kini tenggelam,
Merasakan jiwa yang muram.

Kata-kata terasa tak beraturan,
Drummer menatapku penuh heran.
Ini bukan masalah teknis,
Ini gugup yang memantik.

Rasa ingin menghilang saja,
Menghentikan semua nada.
Aku hanyalah penyanyi sewa,
Jiwa yang penuh haru.

Lagu bernada penuh beban,
Cinta yang tak terucap.
Fokusku hanyalah tertuju,
Pada wajah yang ku tatap.

Keputusan harus diambil kini,
Ini adalah saat penentu.
Untuk dia yang diam di sana,
Hatiku memohon restu.

Lagu usai, hening membakar,
Kerinduan harus terbalas.
Kini adalah momen genting,
Wajahnya tak ingin terlepas.

Topeng panggung sudah terlepas,
Berdiri di depannya tanpa bicara.
Satu kalimat yang kuucapkan,
Melepas semua derita.

Di hadapannya aku kuterbuka,
Berdiri memohon dengan diam.
Cinta yang takkan kuubah,
Di antara gelap dan suram.

Cinta itu adalah kebenaran,
Jauh lebih megah dari sorotan.
Suara hatiku menggelegar,
Melebihi distorsi nan liar.

Makassar 2024
Kategori : Musikalisasi Puisi - Puisi Modern

Kisah di Balik Puisi ...
Puisi ini mengisahkan tentang seorang penyanyi band rock terkenal yang tiba-tiba merasa sangat canggung karena jatuh cinta. Inti ceritanya adalah perbedaan antara kehidupan luarnya yang penuh suara keras dan kontrol, dengan perasaannya yang mendadak lembut dan tidak bisa diatur. Di mata orang, Rocker ini adalah sosok yang kuat dan berani. Namun, saat ia melihat seorang gadis di konsernya, semua keberanian itu hilang. Kisah ini menjelaskan bagaimana ia dipaksa memilih: tetap mempertahankan citra kerennya atau berani menunjukkan sisi dirinya yang paling biasa.

Asal mula kisah ini adalah tentang perjuangan setiap orang untuk menjadi dirinya sendiri (jujur). Rocker ini bisa dengan mudah membuat musik yang hebat, tapi ia tidak tahu cara memulai obrolan sederhana dengan gadis itu. Ia merasa seperti memakai topeng selama ini, dan topeng itu tiba-tiba tidak berfungsi. Semua kegugupan dan kekacauan batin yang ia rasakan selama konser terjadi karena ia takut ditolak. Di balik kostum panggung dan suara kencang, ia menyadari bahwa ia hanyalah pria biasa yang mendambakan kebahagiaan yang tenang.

Titik paling penting dalam kisah ini adalah keputusan yang harus ia ambil di akhir pertunjukan. Ketika lagu terakhir selesai, ia sadar bahwa kesempatan akan hilang jika ia tidak bertindak. Rasa cinta itu menuntutnya untuk bergerak cepat. Baginya, tindakan paling heroik bukanlah melompat dari panggung, melainkan melepaskan jaket kulit dan bandana (melepas topeng) dan berjalan menghampiri gadis itu. Ini adalah momen ia memilih ketulusan, sebuah tindakan yang jauh lebih berisiko daripada pertunjukan rock mana pun yang pernah ia lakukan.

Pesan utama kisah ini adalah tentang kekuatan perasaan. Semua kemewahan dan kesuksesan yang ia miliki (konser akbar) terasa kecil jika dibandingkan dengan rasa cinta yang ia rasakan. Puisi ini ditutup dengan kesimpulan bahwa suara hati yang jujur walaupun canggung adalah suara yang paling indah dan paling keras. Kisah ini menegaskan bahwa setiap orang, sekeras apapun citranya, pada akhirnya hanya mencari melodi cinta yang sederhana.

Tulis Komentar FB Anda Disini...