Senin, 08 Desember 2025

Rocker Juga Jatuh Cinta

Rocker Juga Jatuh Cinta
Karya : Andi Akbar Muzfa

Aku Vokal Gahar, si pionir bising, jantungku berdentum senyap,
Di antara gema panggung, jiwaku kini terasa terperangkap.
Dunia distorsi tak lagi menarik, suaraku tiba-tiba membisu,
Ternyata nada minor cinta, menjatuhkanku ke tepi jurang rindu.

Hadirmu di sudut itu, merampas semua cahaya lampu sorot,
Wajahmu, melodi tunggal yang membuat lagu cadas pun tersorot.
Sejak kau ada, semua desibel di dadaku terpaksa kunetralkan,
Kehadiranmu adalah keheningan murni yang tak ternilai.

Aku biasa berteriak, menguasai mikrofon tanpa rasa gentar,
Namun di depanmu, lidahku membeku, kaku dan terhempas.
Aku tanpa daya, seperti gitar yang kehilangan daya listriknya,
Rockstar ini tersesat, di antara gemuruh hati yang tak terukur.

Kepalaku mendadak kosong, bagai kaset pita yang terbelit rumit,
Lirik lagu andalan, kini tinggal serpihan debu yang kurawat.
Ini krisis, lebih parah dari rusaknya drum saat orkestra memanggil,
Aku panik, karena hatiku diatur kendali yang tak pernah kukenal.

Nyali yang biasa tegar, kini rapuh bak senar gitar yang putus,
Mencoba tampil sempurna, dengan gaya yang tak pernah kupelajari.
Lalu aku jatuh! Bukan tipuan mata, namun tubuhku tak berdaya,
Aku jatuh cinta, bukan tersandung kabel, tapi oleh takdir di udara.

Tawamu adalah ketukan drum yang paling jujur dan mendalam,
Membuat semua efek suara di jiwaku mendadak terbenam.
Aku sadar, alat pengubah suara bisa dibeli, tapi keberanian sejati sulit,
Aku hanya bisa merengek, seperti alat musik yang kehilangan kuncinya.

Matamu memantul, seperti lampu disko yang berpijar tak henti,
Bibirmu mengukir melodi bass, tentang janji yang suci.
Aku ingin bicara, namun suara kaku, tak mampu terangkai,
Menemukan nada cinta, lebih sulit daripada mengatur lagu harus disudahi.

Akankah aku diterima, dengan jiwa yang berisik dan penuh gairah?
Dunia panggungku berbau keringat, debu, dan mimpi yang masih basah.
Aku hanya perangkai lagu keras, bukan pelukis hati yang lembut,
Mungkin aku hanyalah suara sumbang yang harus segera dijauhkan.

Mereka bilang suaraku emas, sanggup merobek langit-langit aula,
Kini suara itu mengecil, hanya bisikan malu dari balik tirai.
Panggung bisa kukendalikan, tapi hatimu adalah istana rahasia,
Aku harus maju, sebelum sesal ini menjadi lagu penutup yang tak bertepi.

Kulepas topeng panggung, aku tampil apa adanya,
Mendatangimu, membawa getar senar gitar sebagai satu-satunya janji.
Jika kau tolak, tak mengapa; ini kan kurekam, menjadi balada sedih,
Setidaknya aku sudah coba, menantang cinta dengan segenap keberanian.

Kukumpul napas, atur waktu secepat hentakan kaki pada pedal drum,
Aku bergerak maju, seperti arus yang tak mungkin terhentikan.
Langkahku mantap, hati tak lagi diisi irama keraguan yang pilu,
Aku akan bilang, "Aku Vokal Gahar, ingin tahu namamu, boleh kuajak dengar lagu?"

Rocker sejati memang tegar, tapi rindu bergetar menggebu di palung dada.
Mungkin cinta ini akan jadi lagu hits jujur, yang paling merdu dan nyata.
Semoga ia tak keberatan, bila kuintip terus dari balik alat pengatur suara tua,
Sebab cinta pertama itu, ternyata lebih menggelegar dari pengeras suara yang pecah.

Makassar 2024
Kategori : Musikalisasi Puisi - Puisi Modern

Kisah di Balik Puisi ..
Puisi ini mengisahkan tentang perubahan besar yang dialami Vokal Gahar, seorang penyanyi band rock yang baru merintis karir. Inti ceritanya adalah perbedaan drastis antara kehidupan panggungnya yang penuh suara keras dan kontrol, dengan perasaannya yang tiba-tiba kacau. Vokal Gahar terbiasa menjadi pusat perhatian, tapi semua keberanian itu hilang saat ia melihat seorang wanita anggun datang ke konsernya. Kehadiran wanita ini langsung memicu konflik: dia harus memilih antara mempertahankan citra kerennya atau berani menunjukkan sisi dirinya yang paling gugup.

Sumber utama konflik adalah perjuangan seorang seniman antara citra luar dan kebenaran hati. Vokal Gahar bisa dengan mudah membuat lagu yang menggerakkan emosi penonton, tetapi ia tidak tahu cara memulai pembicaraan sederhana dengan wanita itu. Kejadian konyol di panggung ketika ia mencoba berjalan gagah tapi malah jatuh melambangkan kegagalannya dalam mengendalikan diri. Ia merasa seperti alat musik mahal yang tiba-tiba tidak berfungsi, hanya karena satu perasaan kecil membuatnya kehilangan kendali.

Struktur puisi dibangun untuk mengeksplorasi proses pengakuan diri seorang rocker. Ia menyadari bahwa suara keras yang ia miliki tidak ada artinya jika ia tidak bisa menyuarakan perasaannya sendiri. Vokal Gahar bergumul dengan pertanyaan: Apakah gaya hidupnya yang keras dan berisik akan diterima oleh wanita yang lembut itu? Kesadaran ini mendorongnya untuk membuat keputusan: ia harus membuang topeng "rockstar" dan beraksi jujur. Ia memutuskan untuk membawa getar senar gitar sebagai satu-satunya bukti kejujuran hatinya.

Puncak emosi dan sekaligus penutup adalah resolusi yang sederhana namun kuat. Vokal Gahar menyimpulkan bahwa rasa cinta pertama yang ia alami ini jauh lebih besar dan menggetarkan daripada konser rock mana pun yang pernah ia lakukan. Tujuan akhir puisi ini adalah menegaskan bahwa cinta, dalam bentuknya yang paling murni dan canggung, adalah single hit yang tidak pernah bisa dibuat di studio. Puisi ini menjadi pengakuan bahwa di balik setiap suara keras, ada hati yang mencari melodi yang paling lembut.


Tulis Komentar FB Anda Disini...