Janji di Dua Pelabuhan
Karya : Andi Akbar Muzfa
Kapal jiwaku berlayar tanpa arah,
Terombang-ambing di lautan yang payah.
Dua pelabuhan memanggil penuh pasrah,
Menuntut sebuah keputusan yang susah.
Kau adalah pelabuhan yang telah tersemat,
Sauh janji kita telah mengikat.
Tempat kapal berlabuh sejak saat,
Ikatan masa lalu yang takkan terjerat.
Namun dia adalah layar yang baru kubentang,
Membawa angin hasrat yang sangat tegang.
Menjanjikan petualangan yang benderang,
Menggoda kapal tuk segera berlayar pulang.
Air mata tumpah di atas peta usang,
Ku ukur kembali jarak yang takkan mungkin.
Hati terbagi, rindu terus memanggang,
Membuat semua terasa sangat dingin.
Aku tak sanggup memotong tali sauh,
Meninggalkan pelabuhan yang telah kujanji.
Meskipun hatiku menjerit penuh keluh,
Beban sumpah setia harus kudapati.
Maka maafkanlah semua dusta yang kuucap,
Saat kubiarkan hatimu tersentuh.
Aku telah berlayar terlalu cepat,
Kini perahu harus kembali berlabuh.
Tinggalkan pelabuhan ini tanpa suara,
Pergilah, jangan lagi menoleh ke belakang.
Aku adalah kisah yang penuh lara,
Sebuah kapal yang tak boleh kau pegang.
Dilema ini adalah badai yang melanda,
Memaksa kapal memilih untuk diam.
Di tengah laut, hanya ada jeda,
Menanti pagi yang semakin kelam.
Aku kembali pada sauh yang membelenggu,
Menatap ombak yang terus memburu.
Menjalani takdir tanpa adanya rindu,
Memastikan janji harus kutebus.
Kapal jiwaku berlayar tanpa arah,
Terombang-ambing di lautan yang payah.
Dua pelabuhan memanggil penuh pasrah,
Menuntut sebuah keputusan yang susah.
Semoga kau temukan dermaga baru,
Yang sungguh pantas untuk kau tinggali.
Aku hanya lumpur yang takkan membeku,
Yang merusak air di sepanjang hari.
Perahu ini takkan berlayar ke mana-mana,
Akan tetap di sini, terikat pada tali.
Sebuah kisah yang tak pernah fana,
Terkubur sunyi, menanti kembali.
Makassar 2023
Kategori : Musikalisasi Puisi (Modern)
Kisah di Balik Puisi...
Puisi ini mengisahkan tentang dilema cinta segitiga melalui metafora perjalanan laut. Tokoh utama adalah sebuah "Kapal" yang terikat oleh "Sauh Janji" (ikatan lama/pernikahan) di satu "Pelabuhan", tetapi diombang-ambingkan oleh "Layar Baru" dan "Angin Hasrat" yang membawanya ke pelabuhan lain. Kisah ini berfokus pada ketidakmampuan untuk melepaskan diri dari janji masa lalu.
Latar belakang kisah ini adalah perasaan terperangkap dalam sumpah setia. Tokoh utama sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dengan membiarkan kapal hatinya berlayar terlalu jauh menuju pihak ketiga. Namun, ketika tiba saatnya memilih, ia menyadari bahwa ia tidak mampu "memotong tali sauh" dari ikatan lama. Ia terpaksa "kembali berlabuh" dan menanggung beban sumpah setia.
Inti narasi dalam puisi ini adalah pengorbanan yang dilakukan demi kehormatan janji. Tokoh utama memohon pihak ketiga untuk "Tinggalkan pelabuhan ini tanpa suara," mengakui bahwa ia telah menjadi "lumpur" yang merusak air karena ketidaksetiaannya. Ia memilih untuk tetap di tempat yang sunyi dan terikat, alih-alih berlayar menuju kebahagiaan yang baru.
Pesan utama kisah ini adalah mengenai kekuatan janji yang mengikat, di mana kebahagiaan pribadi harus dikorbankan demi memenuhi sumpah setia. Tokoh utama memilih untuk menjadi kisah yang "Terkubur sunyi," menjalani hidup tanpa gairah, tetapi dengan kehormatan janji yang utuh.
Home
Musikalisasi Puisi Cinta
Puisi Cinta
Puisi Cinta Segitiga
Puisi Cinta Segitiga Musikalisasi
Puisi Modern
Janji di Dua Pelabuhan
Jumat, 12 Desember 2025
Janji di Dua Pelabuhan
Novel Isekai Terbaru...
➤
Lapuza Episode 01
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
Nantikan keseruan kisahnya di Season 2 Berikutnya...
Artikel Terkait
Tulis Komentar FB Anda Disini...
