Jumat, 28 November 2025

Aroma Waktu yang Membawa Rindu

Aroma Waktu yang Membawa Rindu
Karya : Andi Akbar Muzfa

Pagi di pekarangan rumah menyentuh hatiku dengan langkah yang lembut menuju rindu
Aroma tanah basah mengalir perlahan seperti pesan lama yang kembali mengetuk kalbu
Bayangan masa indah bersamamu muncul lagi bagaikan cahaya bening yang merawat waktu
Dan aku membiarkan kenangan itu bernafas pelan agar tidak hilang ditelan satu detik pun berlalu

Embun di rerumputan berkilau seakan ingin menyalin senyummu dahulu
Desir angin pagi membawa bisik yang menyerupai suaramu yang selalu membelaiku
Aku mencoba menyentuh kembali momen yang pernah kita simpan dalam buku waktu
Namun hanya hening yang menjawab saat namamu kugumamkan perlahan memanggilmu

Di antara daun yang gugur pelan, kurasakan jarak itu tumbuh tanpa suara
Langkahku terhenti ketika bayanganmu hadir seperti pantulan cahaya yang rapuh namun nyata
Ada ruang kosong di dadaku yang menunggu kepulangan kisah yang tidak lagi sama
Dan aku menyadari perlahan bahwa harapan sering berubah menjadi luka yang tak dapat kusangka

Langit pagi yang pucat menahan cerita lama yang belum selesai dibaca
Angin menggoyang pepohonan seakan mengulangi perdebatan kecil yang dulu pernah ada
Aku berdiri menahan rasa yang tumbuh liar bagai akar yang mencari tanahnya
Sementara rindu semakin berat layaknya beban yang enggan memberi jeda

Di balik pagar kayu, kurasakan langkah waktu semakin jauh meninggalkanku
Kenangan tentang tawamu berputar pelan seperti nada yang ingin menenangkanku
Namun di sela-sela itu, ada sepi yang memegang erat sisa dirimu
Dan aku tak mampu menghalangi ingatan yang terus berlari mengejarku

Sesekali aku mencoba berbicara pada pagi agar ia membawakan bayanganmu
Tetapi angin hanya melintas tanpa memberi tanda bahwa kisah kita masih menujuku
Ada harapan yang kucat dalam diam untuk sekadar memeluk masa lalu
Namun kenyataan berdiri kokoh, menuntunku menerima segala lorong yang pernah kulalui tanpa dirimu

Akhirnya aku duduk di kursi tua yang pernah kau pilih karena bentuknya yang sederhana
Kukumpulkan keberanian untuk menghentikan langkah rindu yang terus merayapi dada
Aku tahu waktuku untuk menunggu telah berubah menjadi ruang yang harus kupahami maknanya
Dan meski wajahmu masih sesekali singgah, aku belajar berdamai dengan segala yang tak kembali seperti semula

Pagi hari ini kututup kenangan dengan tenang tanpa menghapus apa pun dari kepala
Kubiarkan setiap detik yang pernah kita miliki tinggal sebagai jejak yang tidak ingin kupaksa kembali nyata
Kini aku berjalan perlahan meninggalkan pekarangan sambil membawa rindu yang sudah jinak dalam dada
Sebab aku akhirnya sadar bahwa beberapa kisah diciptakan untuk dikenang, bukan untuk hidup lagi bersama.


Makassar 2023
Kategori : Puisi Cinta Musikal


Kisah dibalik Puisi :
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang pada suatu pagi di pekarangan rumah tiba-tiba teringat kekasihnya ketika mencium aroma tanah basah, karena bau itu membawa kembali memori lama tentang hari-hari penuh kebersamaan yang dulu membuat hidupnya terasa hangat dan berarti.

Puisi ini menggambarkan bagaimana kenangan itu muncul begitu kuat hingga ia merasa rindu yang sulit dijelaskan, membuatnya bertanya-tanya apakah ia harus terus memeluk ingatan tersebut atau mulai belajar melepaskan, sebab bagian dalam dirinya masih berharap masa itu bisa kembali meski ia tahu hal itu tidak mungkin.

Puisi ini menunjukkan bahwa pada akhirnya ia memahami bahwa rindu bukan sesuatu yang harus dilawan, melainkan perasaan yang mengingatkannya bahwa ia pernah memiliki cinta yang benar-benar berharga, dan dari pemahaman itu ia mulai menerima bahwa hidup bisa terus berjalan tanpa harus melupakan apa yang pernah ia jaga dengan hati penuh.


Tulis Komentar FB Anda Disini...