Rindu di Sudut Dermaga
Karya : Andi Akbar Muzfa
Gerimis sore menyelimuti pelabuhan sembari membawa angin kelabu
Langkahku berhenti di sudut dermaga mencari jejakmu yang dulu berlalu
Ombak kecil memantulkan bayangku seolah mengajak bicara dalam pilu
Dan di sana rindu tumbuh pelan meski waktu mencoba menjauhkanku darimu
Aroma laut mengingatkanku pada senyummu yang lembut namun sendu
Kapal-kapal tua bergerak perlahan seakan meniru napasku yang membisu
Kukenang percakapan kita yang pernah menautkan hatiku padamu
Lalu hujan turun deras menyuarakan betapa aku masih merindumu
Langit meredup perlahan menanggapi hatiku yang terjebak sunyi
Derap hujan memukul dermaga seperti mengetuk ingatan yang tak pernah pergi
Aku memandangi horizon mencari harapan kecil agar tetap berdiri
Namun kutahu kerinduan ini tak bisa kuhapus hanya dengan menenangkan diri
Angin pelabuhan mengusap wajahku seperti menguji tegar yang kusimpan rapi
Perahu-perahu bergoyang seakan ikut membaca sesak yang kukandangi
Kukenang hari ketika tawamu menghangatkan senja di sini
Kini kepergianmu menjadi luka yang terus mengetuk kembali dan Lagi
Gerimis berubah deras ketika kusadari waktu tak mampu menipuku
Sebab setiap sudut dermaga menyimpan jejak langkahmu
Kupaksa diriku beranjak namun kenangan itu selalu mengejarku
Dan kerinduan ini menyelinap lagi, membuatku kembali rapuh menujumu
Di bawah lampu dermaga yang redup, kubiarkan hatiku mengaku
Bahwa ada cerita yang tak sempat selesai saat kita dahulu bersatu
Gelombang memantulkan cahaya seakan memotret senyummu
Dan aku kembali tenggelam perlahan dalam bayang rindu itu
Langit akhirnya mereda seperti memahami perih yang kutanggung sendiri
Setiap hembus angin memberi ruang bagi keberanian kecil untuk kembali berdiri
Aku mencoba menerima bahwa rindu tak selalu meminta memiliki
Kadang ia hanya ingin diakui agar hati belajar menyembuhkan diri
Ketika hujan berhenti, kucoba melepaskan namamu dengan hati-hati
Kubiarkan ia hanyut bersama ombak menuju tempatnya sendiri
Kupahami bahwa hidup harus terus berjalan meski penuh kehilangan ini
Dan di sudut dermaga, rindu akhirnya berubah menjadi langkah baru untuk menenangkan diri
Makassar 2023
Kategori : Puisi Cinta Musikal
Kisah dibalik Puisi :
Puisi “Rindu di Sudut Dermaga” bercerita tentang seseorang yang kembali ke sebuah pelabuhan pada sore yang diguyur gerimis, tempat ia dan seseorang yang dulu sangat ia cintai pernah menghabiskan waktu bersama, dan aroma laut serta suasana dermaga membuat kenangan lama bermunculan begitu kuat hingga rindu yang selama ini dipendam kembali terasa menyakitkan.
Di sudut dermaga itu, ia menghadapi pergulatan batin antara keinginan untuk melupakan dan kenyataan bahwa bayangan orang yang pernah ia sayangi masih melekat, sementara hujan, ombak, dan angin menjadi saksi bagaimana ia mencoba menenangkan hatinya yang terus menangis dalam diam.
Akhirnya ia mulai memahami bahwa tidak semua cerita bisa kembali seperti dulu, dan meskipun rindu itu tetap ada, ia belajar menerima bahwa beberapa perasaan hanya bisa dilepaskan perlahan, sampai pada titik di mana kenangan itu tidak lagi menyakitkan, melainkan menjadi bagian perjalanan hidup yang membantunya melangkah dengan lebih kuat.
.jpg)