Sepasang Bayangan di Lorong Kota
Karya : Andi Akbar Muzfa
Senja datang lagi, abu-abu di ujung sana.
Kita berjalan perlahan, di antara dinding bata.
Udara lembab memeluk, menyelimuti raga.
Kau ada di sisiku, menjaga senyap suara.
Lampu pijar kecil, berkedip sangat letih.
Kau berbagi mimpi, dengan mata yang jernih.
Aku mendengarkanmu, tapi hati terasa perih.
Sebab kutahu cinta ini, harus kita akhiri.
Sayup lonceng terdengar, dari roda tiga tua.
Bunyi tua mengulang, membawa beban semua.
Setiap kayuhan berat, membelah hening suasana.
Mengingatkanku janji, yang kini tinggal nama.
Kau menyebut namaku, penuh harap dan asa.
Namun cemooh mereka, tak pernah bisa sirna.
Kata-kata tajam itu, menghalangi kita bersama.
Mereka menghakimiku, dengan status dan harta.
Luka itu menganga, menusuk setiap sukma.
Aku takut kau terluka, menanggung beban karma.
Tak sanggup kulihat, kau hidup dalam drama.
Aku harus melepaskan, demi sebuah nama.
Jari kita berdekatan, hampir saja tersentuh.
Senyummu menguatkan, seolah semua utuh.
Di bawah langit senja, hati kita runtuh.
Terus berjalan saja, walau takdir meluruh.
Di tikungan itu, jalanan membelah pasti.
Kau harus memilih terang, demi masa depan sejati.
Aku kembali pada gelap, yang telah lama menanti.
Kita pura-pura lupa, bahwa ini akhir janji.
Lonceng sepeda tua, kini sangat menguasai.
Iramanya mendesak, waktu tak bisa diulangi.
Aku tahu ini berat, tapi harus diakhiri.
Kata-kata pahit itu, harus kuucapkan kini.
Aku menarik napas, kemudian beranjak.
Suara pamitku hilang, tak ada yang bergerak.
Kau menatapku bingung, hatiku terasa retak.
Mengapa ini terjadi, kenapa harus berjarak?
Bukan cinta yang pergi, tapi jiwa yang lelah.
Bukan janji yang dusta, tapi nasib yang parah.
Aku berbalik badan, langkahku terasa gundah.
Membiarkanmu berdiri, dalam lorong yang sunyi.
Bayangan kita terpisah, tak ada lagi yang sejalan.
Lorong tua ini sepi, tanpa kata perpisahan.
Hanya aku sendiri, memanggul kekecewaan.
Dan gema lonceng sepeda, merayakan kenyataan.
Kita adalah bayangan, pernah bersama walau sebentar.
Namun takdir menuliskan, kita harus memencar.
Mungkin inilah cinta, yang harus kuajarkan.
Melepaskanmu pergi, adalah bentuk keikhlasan.
Selamat jalan kasih, semoga kau temukan kebahagiaan.
Makassar 2023
Kategori : Puisi Musikal - Puisi Modern
Tema : Puisi Cinta Modern
Kisah di Balik Puisi ..
Puisi ini berkisah tentang sebuah perpisahan yang terasa sangat menyakitkan antara seorang pria dan seorang wanita, yang terjadi bukan karena cinta mereka yang pudar, melainkan karena tantangan takdir dan perbedaan status sosial yang mendalam. Latar lorong kota tua, diiringi suara sayup sepeda roda tiga, menjadi saksi perjalanan terakhir mereka menuju kenyataan yang harus diterima. Meskipun sang pria berjalan beriringan dengan pasangannya, ia sudah membawa beban emosional dan keraguan, menyadari bahwa kebersamaan mereka hanyalah kenangan yang sebentar lagi berakhir.
Klimaks Konflik Eksternal dan Internal Konflik memuncak karena adanya pertentangan antara perasaan murni mereka dengan penolakan dari lingkungan sosial. Keluarga sang wanita telah menghina dan meremehkan status sosial sang pria (Bait 4-5). Penolakan ini menimbulkan konflik internal pada pria tersebut: ia mencintai wanitanya dengan tulus, tetapi ia merasa gentar untuk membiarkan kekasihnya ikut menanggung kesulitan hidup yang ia yakini akan menghampiri mereka jika mereka tetap bersama.
Keputusan Pengorbanan di Titik Perpisahan Titik emosional tertinggi tercapai saat mereka mencapai tikungan, tempat jalan harus memisah. Sang pria mengambil keputusan untuk berkorban. Ia secara sepihak mengakhiri hubungan. Ia memilih untuk berbalik dan kembali pada kehidupannya yang sederhana, seraya mendorong sang wanita untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik dan sesuai harapan sosialnya. Perpisahan itu diucapkan oleh pria tersebut sebagai tindakan pengorbanan yang tulus demi kebahagiaan sang wanita.
Makna Cinta dan Kerelaan Puisi ini ditutup dengan refleksi mendalam dari sang pria. Ia akhirnya menerima bahwa mereka hanyalah 'sepasang bayangan' yang harus dipisahkan oleh ketentuan hidup. Kisah ini menyimpulkan bahwa bagi pria tersebut, cinta sejati tidak selalu berarti kepemilikan atau kebersamaan, tetapi adalah bentuk kerelaan untuk melepaskan kekasihnya. Perpisahan di lorong itu menjadi kesimpulan bahwa dinding status sosial dan takdir ternyata jauh lebih kokoh daripada janji cinta yang pernah mereka yakini bersama.
Home
Musikalisasi Puisi
Musikalisasi Puisi Cinta
Musikalisasi Puisi Cinta Moderen
Puisi Cinta
Puisi Modern
Sepasang Bayangan di Lorong Kota
Kamis, 04 Desember 2025
Sepasang Bayangan di Lorong Kota
Novel Isekai Terbaru...
➤
Lapuza Episode 01
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
➤ Lapuza Episode 02
➤ Lapuza Episode 03
➤ Lapuza Episode 04
➤ Lapuza Episode 05
➤ Lapuza Episode 06
➤ Lapuza Episode 07
➤ Lapuza Episode 08
➤ Lapuza Episode 09
➤ Lapuza Episode 10
➤ Lapuza Episode 11
➤ Lapuza Episode 12 End
Nantikan keseruan kisahnya di Season 2 Berikutnya...
Artikel Terkait
Tulis Komentar FB Anda Disini...
.jpg)